Jumat, 25 November 2011

18 Keunikan Kehidupan Orang Jepang




18 Keunikan Dalam Kehidupan Orang Jepang
Inilah dia beberapa keunikan yang terdapat pada kehidupan orang Jepang :

1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara”.

2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).

3. Kalau musim panas, sinetron di TV seringkali nampilin hal-hal yang berbau seram (hantu).

4. Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.

5. Cara baca tulisan Jepang ada dua :
sama dengan buku berhuruf Roman alphabet, huruf dibaca dari atas ke bawah.
yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri, sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).

6. Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau memperkenalkan diri (jiko-shokai) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi ternyata janggal untuk pendengaran orang Jepang, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.

7. Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya nama keluarga anda apa ?, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name

8. Kalau kita memperoleh undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya kita harus mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf 御 pada pilihan : 御欠席 /出席. Juga mencoret akhiran 様 pada nama kita yang tercantum sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret 御 dan 様 pada kartu pos balasan.

9. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan/paraf sedemikian hingga tidak bisa ditiru / dibaca oleh orang lain.

10. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak-memasak.

11. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.

12. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.

13. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai cap (hanko/inkan). Jenis hanko di Jepang:

jitsu-in, adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, dsb. Jenis ini diregisterkan ke shiyakusho (di patenkan).
ginko-in, adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. Jenis ini diregisterkan ke bank.
mitome-in, dipakai untuk keperluan sehari-hari dan tidak diregisterkan.
Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan.

14. Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak).(道路交通法57条第2項 規則9条 乗車人員制限違反 --> sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.

15. Ajakan makan bersama belum tentu berarti anda ditraktir, tapi bisa jadi bayar sendiri-sendiri.

16. Di Jepang sulit mencari mesin ketik.

17. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”,…. dengan jari tangannya ? Kalau rekan-rekan perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Misalnya Nggak percaya ? Coba deh…jikken dengan teman Jepang anda.

18. Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf “NU” katakana : ヌ). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana “FU” (フ) atau “WA” (ワ).Semoga menambah wawasan kita semua.

Fashion,,, Pentingkah??



Ada orang yang tidak mempedulikan penampilan.Biasanya tipe ini adalah tipe yang acak adut dimana orang-orang malas memandangnya., ada orang yang begitu mempedulikan penampilan.Klo yang ini sering ribut tentang apa yang dikenakannya, seing ngaca dan terkadang sering tidak percaya diri.
Sebenarnya seberapa pentingkah penampilan itu?
Katanya, kita tidak bisa menilai orang dari penampilan.. Benarkah itu?
Orang yang berpakaian rapi dinilai sebagai orang yang apik, dan lebih dihormati daripada orang yang bernampilan berantakan.
Orang yang kalem biasanya memakai pakaian yang polos, jarang ada gambr atau coraknya.
Anak punk yang pakaiannya heboh dinilai sebagai anak nakal yang tidak tahu sopan santun.
Louis XVI dinilai sebagai orang yang suka bergaya, ingin disanjung dan sangat membedakan diri dengan rakyat jelata karena pakaiannya yang super mewah (dan tentu saja sikapnya).
Para Bangsawan berpakaian lebih bagus daripada rakyat biasa agar dinilai lebih tinggi derajatnya, dan seterusnya..
Dewasa ini penampilan begitu penting. Orang2 memberikan perhatian khusus pada masalah ini. Para designer berusaha keras menciptakan pakaian yang indah dan mempesona untuk memenuhi kebutuhan ini. Perusahaan2 besar berlomba-lomba memberikan pelayanan atau barang yang terbaik bagi masyarakat yg peduli penampilan...

Kamis, 24 November 2011

Japanese Hair Style



Selasa, 22 November 2011

Trend Fashion 2012

Fashion merupakan kata terpopuler di kalangan masyarakat. Kehadiran fashion juga sangat penting untuk penampilan dan selalu berkembang dari tahun ke tahun sesuai lingkungan dan zaman. Ditahun 2011 ini kita disuguhkan dengan gaya sexy chic dan casual ala anak muda. Busana ditahun ini pun bergaya natural dan mengikuti gaya fashion retro di tahun 1970an. Walaupun fashion selalu berkembang tetapi sebenarnya mereka hanya mencontoh fashion di abad 19 dan hanya merombaknya menjadi lebih baru dan tidak terlihat kuno. Seperti contoh di tahun 2011 kita sering melihat gaya punk street yang terkenal di tahun 1970-1980. Perkembangan fashion pun terkadang mengikuti perkembangan musik, gaya artis, lingkungan. Ditahun ini pula fashion lebih mengarah ke Asia Timur seperti Korea, China, dan Jepang.
Trend fashion 2011 memang sudah basi, sekarang yang sedang dipertanyakan oleh para pemuja fashion dan designer adalah bagaimana karakter fashion tahun 2012. Tahun yang digosipkan menjadi tahun terakhir manusia ini memang merupakan tahun sakral menurut saya. Kita tidak perlu mengomentari gosip tidak berdasar itu. Teka- teki di balik fashion 2012 adalah ditahun ini. Ditahun 2011 masyarakat cendrung mengikuti fashion ala Korea, Retro 1970, ataupun gaya Lady GaGa. Menurut saya fashion yang trend di 2011 merupakan fashion yang terlalu kaku, lalu mengapa kita tak merubah kekakuan itu menjadi lebih santai.

Minggu, 06 November 2011

Korean Style

Jumat, 23 September 2011

Be my Self


Hmm,,,,, kalau ngomongin yang namanya Style, pasti gak akan ada habisnya. Tiap orang pasti punya stylenya  masing-masing, apa lagi remaja masa kini. Gak cewek gak cowok, keduanya pasti ingin terlihat cantik dan ganteng di mata orang. Mereka ada yang bergaya Dari Style yang sederhana sampai syle yang bisa dibilang “bling-bling”. Hehehe                                                                                                                 Dan yang sekarang lagi in-innya, mereka banyak yang ngikutin gaya para artis-artis korea.
Tapi bagiku aku adalah aku, aku gak perlu ngikutin gaya siapa pun agar aku terlihat mempesona dihadapan orang lain. Karena style menunjukkan jati diri dan kepribadian kita. Kalau kamu ngikutin gaya orang lain, berarti itu bukan diri kamu sendiri. Kamu harus bisa menciptakan style kamu sendiri, jadi orang lain bisa tahu ciri khas dari diri kamu. So... mulai sekarang kamu jangan bercermin pada orang lain, bercerminlah pada diri kamu sendiri.

Jumat, 09 September 2011

Assalamualaikum

Assalamualaikum

Template by:

Free Blog Templates